Cara mengukur kinerja strategi trading - lima angka dan satu yang memutuskan

Win rate, rata-rata R, profit factor, drawdown dan jumlah trade masing-masing menjawab satu pertanyaan dan menghindari yang lain. Batas bawah menjawab pertanyaan yang penting - apakah ini nyata - dan itulah yang paling sering dilewatkan alat.

3 menit baca

Backtestingmetrikbacktestingbukti

Tersedia juga dalam English

Strategi trading menghasilkan daftar hasil. Mengukur kinerjanya berarti mengubah daftar itu menjadi putusan tanpa membohongi diri sendiri di tengah jalan. Lima angka lazim dipakai. Masing-masing menjawab satu pertanyaan dan diam-diam menghindari yang lain. Angka keenam menjawab pertanyaan yang lima lainnya biarkan terbuka.

1. Win rate

Bagian trade yang ditutup di atas nol.

Menjawab: seberapa sering ia benar? Menghindari: seberapa besar. Win rate 45% dengan kemenangan dua kali ukuran kekalahan adalah strategi bagus. Win rate 65% dengan kekalahan tiga kali ukuran kemenangan adalah cara pelan untuk rugi. Win rate sendirian tidak bisa membedakan keduanya.

2. Rata-rata R

Hasil rata-rata per trade, dalam satuan risiko yang diambil.

Menjawab: apa yang diharapkan satu trade hasilkan, dalam satuan yang tidak bergantung pada ukuran akun atau harga? Menghindari: berapa banyak trade yang mendasari harapan itu. +0,4R dari 40 trade dan +0,1R dari 2.000 sama-sama "rata-rata R", dan yang pertama adalah strategi yang lebih lemah.

Apa itu R-multiple →

3. Profit factor

Laba kotor dibagi rugi kotor.

Menjawab: apakah kemenangan melebihi kekalahan, secara total? Menghindari: ukuran sampel, sepenuhnya - rasionya menyembunyikan jumlahnya - dan distribusinya. Satu kemenangan besar dan sembilan puluh sembilan kekalahan kecil bisa menghasilkan 1,5 yang sama dengan seratus trade yang stabil.

Apa itu profit factor →

4. Drawdown maksimum

Penurunan terdalam dari puncak, diukur dalam R.

Menjawab: seberapa buruk keadaannya, dalam perjalanan menuju hasil? Menghindari: apakah itu buruk. Drawdown 12R dalam 2.000 trade adalah masa sulit yang biasa; 12R yang sama dalam 40 trade berarti strateginya menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah air.

5. Jumlah trade

Berapa banyak trade yang mendasari empat angka lainnya.

Menjawab: pertanyaan yang keempatnya hindari. Menghindari: tidak ada - tapi ia bukan angka kinerja sendirian, dan ia yang paling sering dihilangkan dari tabel, justru karena ia yang membuat tabelnya terlihat lebih buruk.

Yang keenam: batas bawah

Ambil rata-rata R dan variasi antar trade. Tanyakan: dengan trade sebanyak ini dan sebaran sebesar ini, berapa rata-rata terburuk yang masih konsisten dengan datanya pada kepercayaan 99%?

Itulah batas bawah. Ia menggabungkan rata-rata dengan jumlah dalam satu angka. Di sampel kecil ia jauh di bawah rata-rata, karena sampel kecil tidak bisa menyingkirkan kemungkinan bahwa ia beruntung. Di sampel besar ia dekat, karena keberuntungan sudah punya kesempatannya.


strategi            rata-rata  batas bawah   trade
squeeze_breakout    +0,1545R   +0,0296R        390
confluence          +0,1033R   +0,0605R      2.810
downtrend_rally     +0,0398R   −0,0612R        440

Urutkan berdasarkan rata-rata dan squeeze_breakout menang. Urutkan berdasarkan batas bawah dan confluence menang - karena 2.810 trade sebesar +0,10R adalah klaim yang lebih kuat daripada 390 trade sebesar +0,15R. Dan downtrend_rally, dengan rata-rata positif, batas bawahnya di bawah nol: datanya belum menyingkirkan kemungkinan ia merugi.

Inilah angka yang dibaca mesin otomatis NusaTerminal sebelum ia diizinkan menjalankan sebuah strategi. Bukan rata-rata, bukan profit factor, bukan win rate. Kalau batas bawahnya tidak di atas nol, mesin menolak, dan menyebutkan strategi mana yang akan ia terima sebagai gantinya.

Kenapa kebanyakan backtest berbohong →

Cara membaca tabel backtest

  1. Cari jumlah trade. Kalau di bawah beberapa ratus, semua yang lain di baris itu masih sementara.
  2. Baca batas bawahnya, atau kalau alatnya tidak memberikannya, lebarkan rata-ratanya dalam pikiran sesuai sampel: empat puluh trade berarti angka sebenarnya bisa setengah atau dua kalinya.
  3. Pastikan biaya dimasukkan. Kalau alatnya tidak menyebut, berarti tidak.
  4. Tanyakan bagaimana horizonnya dipilih. Kalau jawabannya "yang berhasil", hasilnya diseleksi, bukan diukur.
  5. Baru setelah itu lihat rata-ratanya.

Backtesting strategi kripto di NusaTerminal →

← Backtesting