Strategi trading menghasilkan daftar hasil. Mengukur kinerjanya berarti mengubah daftar itu menjadi putusan tanpa membohongi diri sendiri di tengah jalan. Lima angka lazim dipakai. Masing-masing menjawab satu pertanyaan dan diam-diam menghindari yang lain. Angka keenam menjawab pertanyaan yang lima lainnya biarkan terbuka.
1. Win rate
Bagian trade yang ditutup di atas nol.
Menjawab: seberapa sering ia benar? Menghindari: seberapa besar. Win rate 45% dengan kemenangan dua kali ukuran kekalahan adalah strategi bagus. Win rate 65% dengan kekalahan tiga kali ukuran kemenangan adalah cara pelan untuk rugi. Win rate sendirian tidak bisa membedakan keduanya.
2. Rata-rata R
Hasil rata-rata per trade, dalam satuan risiko yang diambil.
Menjawab: apa yang diharapkan satu trade hasilkan, dalam satuan yang tidak bergantung pada ukuran akun atau harga? Menghindari: berapa banyak trade yang mendasari harapan itu. +0,4R dari 40 trade dan +0,1R dari 2.000 sama-sama "rata-rata R", dan yang pertama adalah strategi yang lebih lemah.
3. Profit factor
Laba kotor dibagi rugi kotor.
Menjawab: apakah kemenangan melebihi kekalahan, secara total? Menghindari: ukuran sampel, sepenuhnya - rasionya menyembunyikan jumlahnya - dan distribusinya. Satu kemenangan besar dan sembilan puluh sembilan kekalahan kecil bisa menghasilkan 1,5 yang sama dengan seratus trade yang stabil.
4. Drawdown maksimum
Penurunan terdalam dari puncak, diukur dalam R.
Menjawab: seberapa buruk keadaannya, dalam perjalanan menuju hasil? Menghindari: apakah itu buruk. Drawdown 12R dalam 2.000 trade adalah masa sulit yang biasa; 12R yang sama dalam 40 trade berarti strateginya menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah air.
5. Jumlah trade
Berapa banyak trade yang mendasari empat angka lainnya.
Menjawab: pertanyaan yang keempatnya hindari. Menghindari: tidak ada - tapi ia bukan angka kinerja sendirian, dan ia yang paling sering dihilangkan dari tabel, justru karena ia yang membuat tabelnya terlihat lebih buruk.
Yang keenam: batas bawah
Ambil rata-rata R dan variasi antar trade. Tanyakan: dengan trade sebanyak ini dan sebaran sebesar ini, berapa rata-rata terburuk yang masih konsisten dengan datanya pada kepercayaan 99%?
Itulah batas bawah. Ia menggabungkan rata-rata dengan jumlah dalam satu angka. Di sampel kecil ia jauh di bawah rata-rata, karena sampel kecil tidak bisa menyingkirkan kemungkinan bahwa ia beruntung. Di sampel besar ia dekat, karena keberuntungan sudah punya kesempatannya.
strategi rata-rata batas bawah trade
squeeze_breakout +0,1545R +0,0296R 390
confluence +0,1033R +0,0605R 2.810
downtrend_rally +0,0398R −0,0612R 440
Urutkan berdasarkan rata-rata dan squeeze_breakout menang. Urutkan berdasarkan batas bawah dan confluence menang - karena 2.810 trade sebesar +0,10R adalah klaim yang lebih kuat daripada 390 trade sebesar +0,15R. Dan downtrend_rally, dengan rata-rata positif, batas bawahnya di bawah nol: datanya belum menyingkirkan kemungkinan ia merugi.
Inilah angka yang dibaca mesin otomatis NusaTerminal sebelum ia diizinkan menjalankan sebuah strategi. Bukan rata-rata, bukan profit factor, bukan win rate. Kalau batas bawahnya tidak di atas nol, mesin menolak, dan menyebutkan strategi mana yang akan ia terima sebagai gantinya.
Kenapa kebanyakan backtest berbohong →
Cara membaca tabel backtest
- Cari jumlah trade. Kalau di bawah beberapa ratus, semua yang lain di baris itu masih sementara.
- Baca batas bawahnya, atau kalau alatnya tidak memberikannya, lebarkan rata-ratanya dalam pikiran sesuai sampel: empat puluh trade berarti angka sebenarnya bisa setengah atau dua kalinya.
- Pastikan biaya dimasukkan. Kalau alatnya tidak menyebut, berarti tidak.
- Tanyakan bagaimana horizonnya dipilih. Kalau jawabannya "yang berhasil", hasilnya diseleksi, bukan diukur.
- Baru setelah itu lihat rata-ratanya.